KEPEMIMPINAN dalam MBS

Kepemimpinan dalam Manajemen Berbasis Sekolah

 

Oleh :

Ardianto

A.  Pengertian kepemimpinan

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Sutisna (1993) merumuskan kepemimpinan sebagai “proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha ke arah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu”. Sementara Soepardi (1988) mendefinisikan kepemimpinan sebagai “kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang, bahkan menghukum (kalau perlu), serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien.” Hal tersebut menandakan bahwa kepemimpinan mencakup tiga hal yang saling berhubungan, yaitu adanya pemimpin dan karakteristiknya, adanya pengikut, serta adanya situasi kelompok tempat pemimpin dan pengikut berinteraksi.

B.  Gaya kepemimpinan

Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan oleh pemimpin untuk mempengaruhi para pengikutnya. Selain itu, gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku seorang pemimpin yang khas pada saat mempengaruhi dan mengarahkan anak buahnya untuk bertindak sesuai dengan apa yang telah pemimpin kerjakan sehingga terbentuklah gaya kepemimpinannya. Ada tiga pendekatan yang digunakan untuk memahami gaya kepemimpinan, yaitu :

    1. Pendekatan sifat

Pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. Dengan demikian, ada seseorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat bawaan sehingga membedakannya dari yang bukan pemimpin.

2. Pendekatan perilaku

Setelah pendekatan sifat tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan, para pakar berbalik mengarahkan kepada perilaku pemimpin. Dalam pembahasan ini berturut-turut disajikan berbagai hasil studi mengenai gaya kepemimpinan yang menggunakan pendekatan perilaku, diantaranya :

a)    Study kepemimpinan Universitas OHIO

b)   Studi kepemimpinan Universitas Michigan

c)    Jaringan Manajemen

d)   Sistem kepemimpinan Likert

3. Pendekatan situasional

Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi daripada sebagai kualitas pribadi, dan merupakan suatu kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. Ada beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini, diantaranya :

a)   Teori kepemimpinan Kontingensi

b)   Teori kepemimpinan Tiga Dimensi

c)   Teori kepemimpinan Situasional

C.  Kepemimpinan dalam peningkatan kinerja

Selain pokok-pokok perhatian MBS sebagaimana diuraikan di atas, perhatian selanjutnya diberikan pada hal penting, yaitu peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam kaitannya dengan pengembangan guru. Menurut sejarah pertumbuhan peradaban, manusia banyak menunjukkan bukti bahwa salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan keberlangsungan organisasi adalah kuat tidaknya sebuah kepemimpinan karena semakin tinggi kepemimpinan yang diduduki oleh seseorang dalam organisasi, nilai dan bobot strategik dari keputusan yang diambilnya semakin besar. Banyak hasil-hasil studi yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang terdapat dalam setiap organisasi merupakan faktor yang berhubungan dengan produktivitas dan efektivitas organisasi.

Sehubungan dengan peranan gaya kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai, perlu dipahami bahwa setiap pemimpin bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik bagi pegawainya, dan dia sendiri juga harus berbuat baik. Oleh karena itu, kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah dalam melaksanakan kegiatan MBS harus memiliki berbagai kemampuan diantaranya yang berkaitan dengan pembinaan disiplin pegawai dan pembangkitan motivasi.

D.  Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif

Berdasarkan konsep MBS, kepala sekolah merupakan motor penggerak beserta penentu arah kebijakan sekolah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan sekolah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Sehubungan dengan itu, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam MBS dapat dilihat berdasarkan kriteria berikut :

1)   Mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar, dan produktif

2)   Dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan

3)   Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam mewujudkan tujuan sekolah dan pendidikan

4)   Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaaan guru dan pegawai lain di sekolah

5)   Bekerja dengan tim manajemen; serta

6)   Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Menurut Pidarta (1988) mengemukakan tiga macam keterampilan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah untuk menyukseskan kepemimpinannya, diantaranya :

    1. Keterampilan konseptual
    2. Keterampilan manusiawi
    3. Keterampilan teknik

Lebih lanjut dikemukakan bahwa untuk memiliki ketiga keterampilan tersebut, terutama keterampilan konseptual, kepala sekolah diharapkan melakukan kegiatan :

a)    Senantiasa belajar dari cara kerja para guru dan pegawai sekolah lainnya

b)   Melakukan observasi kegiatan manajemen secara terencana

c)    Membaca berbagai hal yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan

d)   Memanfaatkan hasil penelitian orang lain

e)    Berpikir untuk masa yang akan datang

f)    Merumuskan ide-ide yang dapat diujicobakan

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.